10 Makanan Fermentasi dan Manfaatnya bagi Tubuh

Makanan fermentasi telah dikenal selama ribuan tahun dan terbukti memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Proses fermentasi melibatkan penggunaan ragi atau bakteri khusus dalam pengolahan makanan, menghasilkan perubahan dalam bentuk, aroma, dan rasa makanan. Selain itu, fermentasi juga menghasilkan senyawa-senyawa seperti alkohol, asam asetat, asam laktat, asam lemak, dan asam propionik, serta mendukung pertumbuhan bakteri baik atau probiotik di saluran pencernaan.

 

Manfaat Kesehatan dari Makanan Fermentasi

1. Regulasi Pencernaan

Makanan fermentasi mengandung probiotik, bakteri baik yang mendukung keseimbangan mikroflora usus. Probiotik membantu mengurangi gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan nyeri perut, terutama pada wanita yang sedang menstruasi.

2. Pengendalian Gula Darah

Probiotik dalam makanan fermentasi dapat mengurangi penyerapan gula dari usus ke darah. Hal ini dapat mengurangi risiko diabetes melitus serta komplikasinya seperti penyakit jantung dan kerusakan saraf.

3. Peningkatan Kandungan Vitamin

Probiotik membantu tubuh dalam produksi berbagai vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, B12) dan vitamin K. Vitamin-vitamin ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung.

 

Jenis-jenis Makanan Fermentasi

1. Tape

Tape, singkong rebus yang difermentasi dengan ragi selama 2-3 hari, tidak hanya lezat tetapi juga dapat mengurangi gangguan pencernaan pada awal menstruasi.

2. Acar dan Sayur Asin

Proses fermentasi membuat acar dan sayur asin menjadi sumber probiotik yang baik untuk kesehatan. Namun, konsumsi harus bijak terutama bagi individu dengan tekanan darah tinggi.

3. Yoghurt

Yoghurt mengandung asam laktat sebagai probiotik yang menguntungkan saluran pencernaan. Dadiah, varian tradisional dari Sumatera Barat, juga memiliki manfaat serupa.

4. Keju

Keju, hasil fermentasi susu dan bakteri, mengandung probiotik dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan otak, jantung, pembuluh darah, dan mata. Dangke, keju tradisional dari Sulawesi Selatan, juga merupakan sumber probiotik.

5. Tempe

Tempe, yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai dan jamur Rhizopus sp., adalah sumber protein tinggi yang cocok bagi vegetarian.

Baca juga Tak Hanya Manis, Ini 7 Manfaat Semangka untuk Kesehatan Tubuh

6. Tempoyak

Tempoyak, fermentasi daging buah durian, umum digunakan sebagai bumbu masakan di beberapa daerah di Sumatera. Kaya akan Lactobacillus, tempoyak memiliki manfaat bagi kesehatan usus.

7. Ikan Naniura

Ikan naniura, fermentasi ikan mas dengan bumbu khas Batak, adalah kudapan kaya nutrisi dan manfaat. Proses fermentasinya memakan waktu 4-5 jam.

8. Tauco

Tauco, hasil fermentasi kacang kedelai dengan jamur Rhizopus oryzae atau Aspergillus oryzae, selain sebagai penyedap juga mengandung probiotik.

9. Oncom

Oncom, terbuat dari fermentasi ampas tahu dengan jamur Neurospora sitophila, mengandung probiotik dan protein tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

10. Kimchi

Meskipun bukan makanan fermentasi lokal, kimchi diminati di Indonesia karena rasanya yang pedas, asam, dan segar. Selain baik untuk saluran pencernaan, kimchi juga diyakini dapat menunda penuaan.

Makanan fermentasi menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan jika dikonsumsi dengan bijak. Namun, sebagian individu dengan kondisi medis tertentu mungkin perlu membatasi konsumsinya. Saat memilih produk makanan fermentasi dalam kemasan, penting untuk memperhatikan kandungan, tanggal kedaluwarsa, dan proses fermentasinya untuk memastikan manfaat maksimal bagi kesehatan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *